Cara Menangani siswa yang kurang percaya diri dengan Kemampuanya?, Intervensi Pola Pikir solusinya.
Bagaimana caranya?
Halo, semuanya.
apa kabar?
Apakah saat ini, pernah mengamati murid yang kurang percaya diri dengan kemampuanya?
Jika pernah, ayo ikuti pembahasan berikut.
Saya belajar salah satu materi pendekatan pembelajaran mendalam yaitu Pola Pikir Bertumbuh (growth mindset).
Dalam modul tersebut, tersirat tentang topik intervensi pola pikir.
Menurut penelitian bahwa intervensi pola pikir sangat baik dalam meningkatkan prestasi akademik murid.
Prosedur intervensi pola pikir yaitu:
Dari topik intervensi pola pikir, saya mencoba mengamati masalah secara langsung dengan murid di sekolah, namun ini bukan terkait dengan perkembangan akademik.
Singkat cerita, beberapa bulan yang lalu, di sekolah kami melaksanakan agenda rutin tahunan yaitu pemilihan ketua osis.
Beberapa murid, semangat mengikuti pencalonan sebagai ketua dan wakil ketua osis, namun ada seorang murid yang menurut pengamatan sebagian guru memiliki kemampuan baik secara akademik dan juga kemampuan memimpin, dapat dilihat sebagian tugas yang saya berikan dapat dilaksanakan dengan tanggungjawab dan tuntas dilaksanakan.
Murid awalnya, bersama beberapa teman-temanya mencalonkan diri sebagai calon ketua osis, namun ditengah seleksi bakal calon mengundurkan diri dengan alasan tidak mampu dan tidak ada dukungan dari orang tua.
Mendengar hal tersebut saya sempat kecewa, namun beberapa hari kemudian saya coba mendekati murid untuk
Dialog langsung dengan murid tersebut.
Guru: ” Halo, boleh sebentar ke ruangan saya, ada hal yang penting yang perlu saya sampaikan”
Murid: Boleh Pak!
Guru: Begini muridku, saya dengar kamu mengundurkan diri dari calo ketua osis!
Murid: Iya Pak.
Guru: Boleh saya tau, apa alasanmu sehingga mengundurkan diri dari pencalonan.
Murid: Pak!, saya tidak mampu dan saya kurang ada dukungan dari orang tua
Guru: Muridku, saya mengamati beberapa tugas yang pernah kamu kerjakan, dilaksanakan sampai selesai
Murid: Iya Pak!, benar…
Guru: Terus…apalagi yang kamu kwatirkan, jika tugas itu kamu laksanakan dengan tuntas, artinya kamu memiliki kemampuan dan sudah ada rasa tanggungjawab terhadap tugas.
Guru: Dalam memimpin tugas di Osis, kamu tidak sendirian, namun dibantu oleh anggotamu
Murid: Iya benar Pak!
Guru: Apa keputusanmu sekarang?
Murid: Begini, berikan saya waktu untuk berpikir, nanti saatnya saya akan beritahu Pak?
Guru: Baiklah, saya tunggu info baik dari kamu ya,
Murid: Oke baik Pak. Saya permisi ada jam belajar?
Guru: Oke, silahkan mengikuti pelajaran dulu ya!
Dialogpun bersambung di hari berikut
Murid: Pak!, saya ingin diskusi mengenai pencalonan saya di osis
Guru: wah, oke dengan senang hati, ayo ke ruangan saya.
Guru: Bagaimana hasilnya?, apakah ada kabar baik?
Murid: Setelah saya pertimbangkan, saya memilih mencalonkan sebagai ketua osis.
Guru: wow!, anak hebat
Murid: Terimakasih Pak
Singkat cerita, murid tersebut beranikan diri untuk ikut dalam calon ketua osis. Pemilihan mulai berlangsung beberapa hari dan hasil pemilihan calon ketua dan wakil ketua, murid tersebut unggul dalam perhitungan suara dibandingan dengan 3 calon ketua osis lainya dan akhirnya ditetapkan menjadi Ketua Osis terpilih.
Kesimpulan
Seadainya saya tidak melakukan dialog dan memotivasi murid tersebut, tidak mungkin dia berani ikut calon ketua osis, namun dengan belajar topik intervensi pola pikir, saya berhasil memulihkan pikiran dan mental murid tersebut untuk mengenal lebih dekat dengan kemampuannya.
Jadi, masih banyak murid yang mengurung niatnya dan tidak berani untuk menunjukkan kemampuanya, karena pada dasarnya kurang percaya diri dan kurangnya motivasi dari teman dan orang dewasa, jika ini di biarkan terus, murid akan kehilangan kesempatan untuk belajar dan menimba pengalaman selama murid mengikuti pendidikan.
Semoga cerita singkat ini, menambah semangat para pendidik dan orang tua untuk selalu mendorong anak-anak ke hal yang positif dan menumbuhkan rasa percaya anak-anak sejak dini, bahwa mereka mampu dan terus belajar hal-hal baru, sehingga kelak nanti memiliki pengalaman dan mampu mengatasi persoalan hidup sehari-hari.
Terimakasih.

Beri Komentar