Minggu, 22-02-2026
  • Libur Mulai Tanggal 16 Februari sampai 22 Februari dan Masuk KBM Mulai 23 Februari 2026. Selamat menikmati hari LiburLibur Mulai Tanggal 16 Februari sampai 22 Februari dan Masuk KBM Mulai 23 Februari 2026. Selamat menikmati hari LiburLibur Mulai Tanggal 16 Februari sampai 22 Februari dan Masuk KBM Mulai 23 Februari 2026. Selamat menikmati hari LiburLibur Mulai Tanggal 16 Februari sampai 22 Februari dan Masuk KBM Mulai 23 Februari 2026. Selamat menikmati hari LiburLibur Mulai Tanggal 16 Februari sampai 22 Februari dan Masuk KBM Mulai 23 Februari 2026. Selamat menikmati hari Libur
  • Libur Mulai Tanggal 16 Februari sampai 22 Februari dan Masuk KBM Mulai 23 Februari 2026. Selamat menikmati hari LiburLibur Mulai Tanggal 16 Februari sampai 22 Februari dan Masuk KBM Mulai 23 Februari 2026. Selamat menikmati hari LiburLibur Mulai Tanggal 16 Februari sampai 22 Februari dan Masuk KBM Mulai 23 Februari 2026. Selamat menikmati hari LiburLibur Mulai Tanggal 16 Februari sampai 22 Februari dan Masuk KBM Mulai 23 Februari 2026. Selamat menikmati hari LiburLibur Mulai Tanggal 16 Februari sampai 22 Februari dan Masuk KBM Mulai 23 Februari 2026. Selamat menikmati hari Libur

Cara menghadapi siswa dalam pengurus OSIS yang kurang inisiatif

Diterbitkan : - Kategori : Tugas Guru

Sebagai pembina, fokus utama Anda harus menggeser pola pikir mereka dari menunggu perintah menjadi proaktif dan mandiri.

Berikut adalah beberapa langkah strategis yang bisa Anda lakukan:

Menggali Potensi dan Minat

1. Fasilitasi “Sesi Curah Ide Bebas” (Brainstorming)

Ajak siswa duduk santai, dan tekankan bahwa tidak ada ide buruk pada tahap ini. Gunakan metode yang menyenangkan, seperti menulis ide di post-it notes atau membuat peta pikiran (mind mapping).

Dari pada menanyakan, “Apa program kerja kita?”, tanyakan, “Masalah apa di sekolah yang ingin kita pecahkan?” atau “Kegiatan apa yang paling ingin kalian ikuti?” Ini akan memicu ide berdasarkan minat mereka, bukan sekadar tugas.

2. Delegasikan Tanggung Jawab Kecil dengan Kepemilikan Penuh

Jangan langsung meminta mereka membuat program besar. Berikan tugas-tugas kecil yang dapat mereka selesaikan secara mandiri dan terukur.

Contoh: “Tugasmu, Ardi, adalah mencari tiga tema untuk mading bulan depan dan presentasikannya.” atau “Kelompok ini, tugasnya mencari tiga jenis permainan yang bisa kita lakukan saat ice-breaking pertemuan OSIS berikutnya.”

Tekankan bahwa hasil dari tugas tersebut sepenuhnya adalah hasil dan keputusan mereka. Ini menumbuhkan rasa kepemilikan (ownership).

Memberikan Struktur dan Batasan yang Mendorong

3. Terapkan Model 5W+1H (Who, What, Where, When, Why, How)

Ketika ide sudah ada, tuntun mereka untuk menganalisis ide itu menggunakan kerangka ini.

Contoh: Jika ide mereka adalah “Lomba Kebersihan Kelas,” minta mereka menjawab:

Why (Mengapa ini penting?) -> Untuk membuat lingkungan belajar nyaman.

How (Bagaimana cara menilainya?) -> Siapa yang akan jadi juri? Kapan penilaiannya?

Ini membantu siswa mengubah konsep abstrak menjadi rencana aksi konkret yang dapat mereka lihat kekurangannya.

4. Tentukan Role Model (Mentor Sebaya)

Jika ada beberapa siswa yang mulai menunjukkan inisiatif, angkat mereka sebagai leader atau mentor untuk teman-temannya yang lain, bahkan untuk satu tugas kecil.

Siswa SMP cenderung lebih terinspirasi oleh teman sebaya daripada oleh guru.

Teknik Pembinaan (Coaching)

5. Jadilah Coach, Bukan Manager

Hindari memberikan solusi instan. Ketika mereka datang dengan masalah (“Kami tidak tahu harus mulai dari mana”), berbaliklah dan ajukan pertanyaan terbuka yang merangsang pemikiran mereka:

“Menurutmu, apa langkah pertama yang paling mudah?”

“Apa yang akan terjadi jika kita tidak melakukan apa-apa?”

“Siapa di antara kalian yang punya pengalaman dalam hal ini?”

Fokus pada proses berpikir mereka, bukan hanya pada hasil. Puji usaha dan keberanian mereka untuk mencoba, bukan hanya keberhasilan program.

Dengan mengalihkan fokus dari “Apa yang harus saya perintahkan?” menjadi “Pertanyaan apa yang bisa saya ajukan untuk membuat mereka berpikir dan bertindak?“, Anda akan secara bertahap membangun otot inisiatif dan kreativitas mereka.

 

Tag :

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan

Silahkan masuk untuk bisa menulis komentar.