PERMASALAHAN PEMBELAJARAN SENAM LANTAI
Deskripsi:
Permasalahan yang saya angkat dalam Menyusun laporan studi kasus ini terkait dengan permasalahan materi senam lantai di sekolah, selama melaksanakan observasi sekolah saya menemukan beberapa kasus dalam proses pembelajaran senam lantai. Yang pertama adalah kurangnya sarana prasarana pembelajaran senam lantai, yang kedua adalah rendahnya minat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran senam lantai khususnya peserta didik perempuan, itu di sebabkan karena peserta didik perempuan tidak mau memakai trining olahraga melainkan tetap memakai rok, karena berkaitan dengan aurat atau kurang sopan saat menggunakan trining, hal ini di karenakan lingkungan di sekitar sekolah adalah berbasis pondok pesantren, sehingga untuk peserta didik perempuan hanya mau mengunakan rok saat pelajaran PJOK, sehingga peserta didik perempuan tidak berani untuk melakukan praktik materi senam lantai, sehingga hasil pembelajaran kurang maksimal.
Analisis situasi:
Situasi yang terjadi adalah belum ada informasi tentang sarana prasarana dan minat peserta didik perempuan dalam proses pembelajaran senam lantai. Adapun evaluasi yang saya lakukan adalah melakukan observasi terlebih dahulu untuk mengamati bagaimana kemauan peserta didik perempuan, hal apa yang mereka sukai dan bagaimana respon peserta didik terhadap tindakan yang dilakukan guru model sebelumnya. hal ini sangat membantu saya untuk merancang dan merencanakan pembelajaran di kemudian hari.
Peran saya untuk mengatasi permasalahan pada pembelajaran senam lantai, untuk kasus sarana prasarana saya mencoba berdiskusi dengan ketua yayasan dan kepala sekolah bagaimana cara memfasilitasi peserta didik dengan menyiapkan sarana prasarana yang memadai, untuk kasus peserta didik perempuan yang tidak mau memakai trining saya mencoba memberikan solusi yang terbaik, agar peserta didik perempuan mau melakukan pembelajaran senam lantai.
Adapaun yang terlibat dalam perancangan dan evaluasi yang dilakukan diantaranya adalah saya sendiri sebagai guru yang merancang dan melaksanakan pembelajaran, rekan sejawat yang membantu melakukan observasi dan evaluasi serta membantu dalam perbaikan dalam pembelajaran, dan peserta didik yang menjadi target sasaran observasi.
Tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam merancang dan mengevaluasi pembelajaran diantaranya adalah yang pertama ketua yayasan dan kepala sekolah beralasan pengajuan bantuan matras ke dinas terkait tidak membuahkan hasil, yang kedua untuk peserta didik perempuan tidak mau menggunakan trining dikarenakan merasa malu jika pakaiannya terlalu sexy dan merasa takut jika melakukan gerakan senam lantai.
Alternatif solusi :
Langkah nyata pertama saya lakukan dalam menghadapi tantangan pertama adalah yaitu lebih intensif berdialog dengan ketua yayasan dan kepala sekolah dengan meyakinkan mereka baha sarana dan prasarana yang tidak memadai akan menimbulkan pembelajaran senam lantai pada mata pelajaran PJOK kurang maksimal.
Dan untuk langkah nyata yang kedua adalah saya sebagai guru melakukan pemahaman terhadap peserta didik khususnya peserta didik perempuan untuk mau melakukan gerakan praktik senam lantai dengan tetap menggunakan rok di luar, dan memakai trining di dalam, sehingga pada saat melakukan gerakan senam lantai tetap tidak mengurangi kesopanan dalam berpakaian
Evaluasi
Hasil dan dampak dari langkah nyata yang telah saya lakukan adalah yang pertama ketua yayasan dan kepala sekolah mau menyiapkan sarana dan prasarana untuk pembelajaran senam lantai disekolah seperti membeli matras untuk proses pembelajaran senam lantai di sekolah.
Untuk hasil dan dampak dari langkah nyata yang kedua adalah peserta didik mau memakai trining olahraga dan mau mengikuti pembelajaran senam lantai dengan berbagai macam gerakan.

Beri Komentar