Deskripsi Permasalahan yang Dihadapi
Masalah apa yang terjadi dalam pembelajaran (Banyak masalah namun perlu di indentifikasi masalah yang sesuai atau dialami langsung peserta dalam pembelajaran) tentukan salah satu masalah yang ingin dibahas kemudian dipakai menjadi bahan studi kasus
Upaya untuk Menyelesaikan Masalah
Tentukan upaya dan langkah-langkan penyelesaian dari masalah tersebut yang sekiranya menjadi solusi alternatif (dibahas secara mudah sesuaikan dengan masalahnya
Hasil dari Upaya yang Dilakukan
Apa hasil dari upaya yang telah dilakukan (dibahas secara terperinci)
Pengalaman Berharga dari Penyelesaian Masalah
Ambil pelajaran atau pengalaman yang diperoleh dari penyelesaian masalah tersebut. Tentunya pengalaman yang bermakna yang nantinya menjadi panduan untuk ditindak lanjuti.
Berikut contoh studi kasus bisa menjadi referensi Bapak/Ibu dalam PPG tertentu tahun 2024, semoga bermanfaat.
Studi Kasus: Pembelajaran Berdiferensiasi
Permasalahan yang dihadapi
Pada awal semester saya menghadapi permasalahan dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi di kelas 7. Salah satu permasalahan utama adalah adanya perbedaan kemampuan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran praktik materi sepak bola
Beberapa murid sangat cepat memahami materi sepak bola dan mampu melakukan teknik dasar sepak bola dengan benar, sementara murid yang lain memerlukan waktu lebih lama bisa mempraktikan teknik dasar sepak bola. Selain itu, ada murid yang cenderung pasif dan enggan berpartisipasi dalam pembelajaran praktik tersebut, yang membuat saya kesulitan untuk mengetahui minat dari peserta didik tersebut.
Upaya Untuk mengatasi masalah
Identifikasi Kebutuhan Murid: Saya melakukan asesmen awal untuk mengidentifikasi kemampuan dan minat setiap murid. Pada awal pembelajaran saya mengunakan pertanyaan pemandu untuk mengetahui minat dan kemampuan murid.
Misalnya, saya bertanya tentang pengalaman murid apakah pernah bermain sepak bola?, apakah pernah nonton pertandingan sepak bola?, hal apa saja yang anda sukai dari sepak bola?, kemudian saya melakukan tes awal mengindetikasi kemampuan murid dalam mempraktikkan teknik dasar sepak bola, dimana setiap murid diberikan bola melakukan tugas gerak mempratikkan teknik dasar menendang, mengontrol bola dan mengiring bola secara individu (siswa bebas mengunakan area lapangan olahraga. Kemudian saya membuat catatan berdasarkan pengamatan awal. Selanjutnya melakukan pendekatan berdiferensiasi Konten dan Proses
Diferensiasi Konten: Saya membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok berdasarkan tingkat pemahaman mereka. Murid yang memerlukan bimbingan diberikan materi dasar dan pendampingan khusus dalam kelompoknya, sementara murid yang cukup mahir diberikan tugas praktik teknik dasar sepak bola dalam bentuk bermain 4 lawan 4 mengunakan satu gawang. Murid yang sangat mahir diberikan tugas tugas gerak dalam situasi pertandingan 4 lawan 4 mengunakan 2 gawang.
Diferensi Proses: Penggunaan Media Pembelajaran: Saya menggunakan media pembelajaran yang bervariasi, seperti gambar, video, dan alat peraga sederhana, untuk menarik minat murid dan memudahkan mereka memahami materi sepak bola Misalnya, saya meminta murid untuk nonton video pertandingan sepak bola kemudian membuat rangkuman hasil pengamatan dalam video atau gambar yang saya tampilkan, dan bisa murid menyampaikan secara lisan atau dalam bentuk praktik gerak dari hasil pengamatanya.
Hasil dari Upaya
Hasil dari upaya tersebut cukup memuaskan. Murid yang sebelumnya pasif mulai menunjukkan peningkatan dalam partisipasi dan keberanian memperagakan gerakan teknik dasar sepak bola. Mereka lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan ide mereka dari hasil analisis video pertandingan sepak bola
Murid yang memerlukan perhatian khusus juga menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap materi sepak bola yang diajarkan. Selain itu, murid yang sudah mahir merasa lebih tertantang dan termotivasi dengan melakukan tugas gerak sepak bola dalam bentuk bermain 4 lawan 4.
Pengalaman berharga
Pengalaman berharga yang bisa saya petik dari menyelesaikan permasalahan ini adalah pentingnya memahami kebutuhan individu setiap murid dan memberikan pendampingan yang sesuai.
Pembelajaran berdiferensiasi membantu saya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung perkembangan setiap murid sesuai dengan kemampuan mereka.
Dengan pendekatan yang dilakukan, saya belajar bahwa penggunaan media pembelajaran yang bervariasi dapat meningkatkan minat dan motivasi murid dalam belajar.
Murid yang sudah mahir dapat melakukan tugas gerak dalam situasi pertandingan 4 lawan 4, murid yang cukup mahir mampu memraktikan teknik dasar sepak bola secara berkelompok, sementara murid membutuhkan pendampingan khusus sudah mampu menganalisis video pembelajaran sepak bola dalam bentuk menyampaikan secara lisan dan melakukan

Beri Komentar