Kurikulum Merdeka yang berlaku saat ini dikembangkan dengan pendekatan backward design. Peran pemerintah pusat di sini adalah menetapkan Capaian Pembelajaran yang diorganisir berdasar fase-fase: dari fase capaian yang diharapkan saat lulus SMA bergerak ke belakang menuju pintu gerbang masuk atau fase pertama atau Fase A. Bapak dan Ibu akan menggunakan capaian pembelajaran ini dan kemudian secara mandiri mengembangkan pengalaman belajar, aktivitas, dan penilaian untuk tiap fasenya. Misalnya untuk fase C yang menjadi gambaran capaian pembelajaran murid-murid kelas 5 dan 6, Bapak dan Ibu akan menggunakan apa yang sudah dirumuskan dalam Capaian Pembelajaran kemudian bergerak ke belakang menentukan penilaian dan aktivitas belajar secara mundur tiap tahun/semester sampai awal kelas 5. Di sini Bapak dan Ibu akan menentukan bagaimana tujuan-tujuan pembelajaran itu akan dicapai dan aktivitas pembelajaran apa saja yang akan membawa kepada capaian pembelajaran di akhir fase.
Contoh Format desain mundur (backward design), Wiggins dan McTighe (2005) mengembangkan format atau template di bawah ini. (MODUL 1.6 – PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN PJOK).
Tabel 2
TAHAP 1 – HASIL YANG DIHARAPKAN
Tujuan yang sudah ditetapkan: Apa tujuan yang hendak dicapai? Di sini Bapak dan Ibu dapat mengacu pada Capaian Pembelajaran yang berlaku.
Pemahaman: Pertanyaan esensial: Murid dapat memahami…
1. Apa gagasan besarnya?
2. Apa saja pemahaman spesifik yang diinginkan?
3. Apa saja yang kira-kira akan menjadi kesalahpahaman (misunderstanding)? Apa saja pertanyaan provokatif di sini yang akan mengembangkan inkuiri, pemahaman, dan transfer pembelajaran?
Murid dapat mengetahui… Murid mampu melakukan…
1. Apa saja pengetahuan dan keterampilan kunci yang akan dikuasai dari unit/materi pembelajaran ini?
2. Apa yang pada akhirnya dapat mereka lakukan dari pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari?

format desain mundur tahap 1
TAHAP 2 – BUKTI ASESMEN
Tugas kinerja: Bukti yang lain:
1. Melalui tugas kinerja apa yang akan ditampilkan murid untuk menunjukkan pemahaman yang diinginkan? Melalui bukti lain apa saja yang dapat menunjukkan capaian hasil yang diharapkan? Misalnya, kuiz, tes, observasi, pekerjaan rumah, jurnal, dll.
2. Dengan kriteria apa kinerja tersebut akan dinilai?
TAHAP 3 – PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Aktivitas pembelajaran:
Pengalaman belajar dan instruksional apa yang memungkinkan murid mencapai hasil yang diharapkan? Bagaimana desainnya?
w : Bantu murid mengetahui kemana (Where) arah unit pembelajaran dan apa (What) yang diharapkan? Bapak dan Ibu harus mengetahui dari mana (Where) datangnya murid (misalnya, pengetahuan dan keterampilan sebelumnya, minat)?
H: Gaet (Hook) dan pertahankan (Hold) minat mereka?
E : Bekali dan lengkapi (Equip) murid-murid, bantu mereka mengalami (Experience) ide-ide kunci dan eksplorasi (Explore) isu-isunya?
R : Berikan peluang untuk memikirkan ulang (Rethink) dan merevisi (Revise) pemahaman dan hasil kerja atau kinerja gerak mereka?
E : Ijinkan murid untuk mengevaluasi (Evaluate) kinerja gerak mereka dan implikasinya?
T: Sesuaikan (Tailored) dengan berbagai perbedaan kebutuhan, minat, dan kemampuan murid?
O:Dikelola (Organized) untuk memaksimalkan keterlibatan awal dan keberlangsungan keterlibatan dan juga pembelajaran yang efektif?
Sumber: MODUL 1.6 – PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN PJOK
PKG PJOK Tahun 2024

Beri Komentar