Suatu pembelajaran dikatakan menerapkan model PBL jika pembelajaran tersebut memiliki ciri-ciri sebagaimana dikemukakan oleh Putu Arnyana (2004) sebagai berikut:
a) terdapat kegiatan mengajukan pertanyaan atau masalah,
b) pembelajaran terfokus pada keterkaitan antar disiplin,
c) penyelidikan autentik,
d) siswa menghasilkan produk berupa karya nyata seperti laporan,
e) kerjasama, siswa bekerjasama kelompok.
Arends (2004: 406) mengemukakan ada 5 fase (tahap) yang perlu dilakukan untuk mengimplementasikan PBL. Kelima tahap model PBL tersebut secara rinci dapat dilihat pada tabel sintak model PBL di bawah ini.
Sintak Model PBL (Arends, 1996; 2004)
No Langkah- langkah Pokok Kegiatan Guru Kegiatan Siswa
1. Tahap 1 Orientasikan siswa pada masalah aktual dan otentik
Menyampaikan tujuan pembelajaran, menyiapkan dan memotivasi siswa untuk terlibat aktif dalam pemecahan masalah, Guru mendiskusikan rubric asesmen yang akan digunakan dalam menilai kegiatan/hasil karya
siswa Memperhatikan tujuan yang harus dikuasai, menerima dan memahami masalah yang dipresentasikan guru, siswa berada dalam kelompoknya sampai semua jelas trhadap penyelesaiannya.
2.Tahap 2: Mengorganisasika n siswa untuk belajar
Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut Membatasi permasalahan yang akan dikaji
3. Tahap 3: Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok
Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan
pemecahan masalah. Melakukan inkuiri, investigasi, dan bertanya untuk mendapatkan jawaban atas permasalahan yang dihadapi
4.Tahap 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video, dan model dan membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya. Menyusun laporan dalam kelompok dan menyajikannya dalam diskusi kelas
5. Tahap 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
| No | Langkah- langkah Pokok | Kegiatan Guru | Kegiatan Siswa |
| 1 | Tahap 1 Orientasikan siswa pada masalah aktual dan otentik | Menyampaikan tujuan pembelajaran, menyiapkan dan memotivasi siswa untuk terlibat aktif dalam pemecahan masalah, Guru mendiskusikan rubric asesmen yang akan digunakan dalam menilai kegiatan/hasil karya
siswa |
Memperhatikan tujuan yang harus dikuasai, menerima dan memahami masalah yang dipresentasikan guru, siswa berada dalam kelompoknya sampai semua jelas trhadap penyelesaiannya. |
| 2 | Tahap 2: Mengorganisasika n siswa untuk belajar | Guru membantu siswa
mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut |
Membatasi permasalahan yang akan dikaji |
| 3 | Tahap 3: Membimbing penyelidikan individu maupun
kelompok |
Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan
pemecahan masalah. |
Melakukan inkuiri, investigasi, dan bertanya untuk mendapatkan jawaban atas permasalahan yang dihadapi |
| 4 | Tahap 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya | Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video, dan model dan membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya. | Menyusun laporan dalam kelompok dan menyajikannya dalam diskusi kelas |
| 5 | Tahap 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan
masalah |
Guru membantu siswa untuk melakukan efleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan | Mengikuti tes dan menyerahkan tugas-tugas sebagai bahan evaluasi proses belajar |
Guru membantu siswa untuk melakukan efleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan Mengikuti tes dan menyerahkan tugas-tugas sebagai bahan evaluasi proses belajar
Sistem sosial dalam model ini antara lain adalah interaksi guru dengan siswa lebih dekat dalam proses teacher-asisted instruction, peran guru sebagai transmitter pengetahuan menjadi berkurang, interaksi sosial makin efektif, dan siswa berlatih menginvestigasi masalah yang kompleks. Prinsip reaksi yang dapat dikembangkan adalah peranan guru sebagai pembimbing dan negosiator. Peran-peran tersebut dapat ditampilkan secara lisan selama proses pendefinisian dan pengklarifikasian masalah. Sarana pendukung model pembelajaran ini meliputi lembaran kerja siswa, bahan ajar, panduan bahan ajar siswa dan guru, artikel, jurnal, kliping, peralatan demonstrasi atau eksperimen yang sesuai, model analogi, meja dan kursi yang mudah dimobilisasi atau ruang kelas yang telah dikondisikan.
Dampak pembelajaran (instructional effect) model PBL adalah pemahaman tentang kaitan pengetahuan dengan dunia nyata, dan bagaimana menggunakan pengetahuan dalam pemecahan masalah kompleks. Dampak pengiringnya adalah mempercepat pengembangan self-regulated learning, siswa terbentuk kemampuan berpikir kritisnya, keterampilan sosial dan karakter siswa meningkat, seperti: sikap kerjasama, tangungjawab, peduli, toleran, dan sebagainya. Anda dapat mencermati video contoh penerapan model PBL pada link berikut ini atau pada …

Beri Komentar